Spiga

Van Basten: Saya Percaya Pato Pemain Hebat


AC Milan mendapat kunjungan spesial dari seorang pemain legenda. Dia adalah Marco Van Basten, pemain yang pernah memperkuat “I Rossoneri” selama enam tahun (1987-1993). Dia datang ke Milan untuk memberikan salam kepada para sahabat lamanya, dan makan siang bersama dengan Clanrence Seedorf, serta melihat langsung latihan tim.

Van basten mengaku kagum dengan mantan klubnya yang kini dihuni banyak pemain hebat, termasuk bagi pemain muda yang baru saja tiba di Milan, Alexandre Pato.

Dalam kunjungan kali ini, Van Basten sempat berbicara dengan Ricky kaka’ dan juga Pato dalam sesi latihan. Dalam kesempatan itu, ia sempat terkenang akan masanya ketika masih mengenakan kostum “I Rossoneri”.

Basten mengungkapkan dirinya akan pension menjadi pelatih selepas Piala Eropa 2008. Ia mengaku belum memiliki rencana setelah meninggalkan posisinya sebagai pelatih, namun ia meyaini akan bekerja di bidang yang berbeda.

Milan Perlu Motivasi

Kekalahan Milan di Bergamo telah membekukan antusiasme dan kepercayaan yang telah menemani “I Rossoneri” setelah debut Alexandre Pato ketika melumat Napoli, 5-2.

Kondisi Milan sepertinya memang sedang beralih, dari optimis yang berlebihan sampai hilang kepercayaan dan moral. Dan ini memang biasa terjadi.

Dorongan semangat akan sangat dibutuhkan oleh para pemain Carlo Ancelotti untuk bisa menempatkan kembali tim ini ke jalur yang seharusnya. Semua perhitungan sudah membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil.

Kekalahan bisa memberikan pukulan yang sangat berbahaya seperti menurunkan moral dan semangat. Jika bisa mengetahui dengan baik situasi dan kondisi Milan, dan paham benar persoalannya, saya yakin betul masalah dan kesalahan ini tidak akan berlanjut.

Satu-satunya hal yang mungkin bisa timbul adalah : kondisi fisik pasukan Milan. Dalam pertandingan di Bergamo terlihat benat skuat Milan seperti kehilangan tenaga, khususnya babak kedua.

Hal ini penampilan mereka benar-benar tidak optimal, celakanya tidak ada jaminan hal ini tidak akan terulang kembali. Namun jika tim ini serius mencari akar permasalahan, kembali termotivasi dan pintar mencari solusinya maka tim ini bakal bisa bangkit.

Namun itu tadi, dorongan semangan akan sangat diperlukan Paolo maldini dan kawan-kawan. Carlo Ancelotti yang sudah menjadi pelatih hebat tidak perlu member kepercayaan diri yang berlebihan karena kualitas teknik para pemainnya. Meski begitu, tim ini tetap saja butuh keseimbangan tataik diatas rata-rata. Dan yang sangat berperan di sini tentunya adalah Ancelotti sendiri.

Para pemain tidak harus menjadi korban dari kemampuan dan bakat yabf mereka miliki. Mereka perlu membuang jauh-jauh kepercayaan diri yang berlebihan.

Jika berhasil melakukannya saya yakin kemenangan demi kemenangan akan kembali diraih Milan. Dan, target lolos ke Liga Champion bukan hal yang mustahil untuk mereka. Arrigio Sacchi

Galliani Lelah Mengejar Ronaldinho

AC Milan mulai patah arang dalam usahanya menggaet bintang Barcelona, Ronaldinho. Klub spanyol yang berbasis di Katalunya ini bersikuku tak ingin melepas ikon klubnya tersebut. Alhasil, kubu “I Rossoneri” pun menyatakan menyerah memboyong Dinho (panggilan ronaldinho).

Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, mengaku sudah melakukan segala cara untuk meluluhkan hati Barca. Namun, sosok Dinho rupanya tidak bisa dibeli oleh apapun. Galliani kini percaya, sangat tidk ungkin Milan berhasil merekrut pemain tim “Selecao” tersebut.

Jelang penutupan bursa pemain musim dingin ini, Milan memang kian gencar melakukan pendekatan guna mendapatkan tanda tangan Dinho. Apalagi, setahun belakangan Dinho mulai tidak betah berada di Nou Cap. Menurutnya performa Dinho membuat public Barcelona mulai rajin mencemoohnya.

Situasi ini yang dicium banyak klub besar eropa, termasuk Milan. Presiden Silvio Berlusconi bahkan bersedia menggelontorkan 50 juta pound untuk mebeli Dinho. Tidak hanya itu, godaan berupa kepemilikan penuh atas hak cipta disodorkan Milan pada Dinho melalui agennya, Roberto de Assis Moreira. Namun, Milan sepertinya membentur tembok tebal.

Galliani Lelah Mengejar Ronaldinho

AC Milan mulai patah arang dalam usahanya menggaet bintang Barcelona, Ronaldinho. Klub spanyol yang berbasis di Katalunya ini bersikuku tak ingin melepas ikon klubnya tersebut. Alhasil, kubu “I Rossoneri” pun menyatakan menyerah memboyong Dinho (panggilan ronaldinho).

Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, mengaku sudah melakukan segala cara untuk meluluhkan hati Barca. Namun, sosok Dinho rupanya tidak bisa dibeli oleh apapun. Galliani kini percaya, sangat tidk ungkin Milan berhasil merekrut pemain tim “Selecao” tersebut.

Jelang penutupan bursa pemain musim dingin ini, Milan memang kian gencar melakukan pendekatan guna mendapatkan tanda tangan Dinho. Apalagi, setahun belakangan Dinho mulai tidak betah berada di Nou Cap. Menurutnya performa Dinho membuat public Barcelona mulai rajin mencemoohnya.

Situasi ini yang dicium banyak klub besar eropa, termasuk Milan. Presiden Silvio Berlusconi bahkan bersedia menggelontorkan 50 juta pound untuk mebeli Dinho. Tidak hanya itu, godaan berupa kepemilikan penuh atas hak cipta disodorkan Milan pada Dinho melalui agennya, Roberto de Assis Moreira. Namun, Milan sepertinya membentur tembok tebal

Wasit Usang, tapi Bukan Biang Keladi

Inter Milan mencatat kemenangan 3-2 dari Parma secara tidak layak mungkin disebabkan oleh adanya kesalahan yang dilakukan oleh wasit. Setelah pertandingan timbullah polemic. Dari situ terlihat kembali pola-pola kepemimpinan lama, dimana orang-orang mencurigai bahwa wasit tlah berpihak kepada salah satu tim, memberikan pengaruh dan pendapat negative kepada lingkungan sepak bola dengan citra yang mereka perlihatkan.

Perlu diingat bahwa kurangnya penghormatan terhadap peraturan sepak bola adalah salah satu penyebab orang-orang menjauhi stadion. Korupsi dan sikap yang tidak jujur tampaknya menjadi elemen yang mendasar di dalam kehidupan sosial dan olehraga di Italia. Tapi, apakah ini benar tindakan yang tepat dan benar, etika dan penghormatan kepada peraturan, saying sekali ini bukanlah titik kuat yang dimiliki oleh masyarakat Italia.

Tapi, mungkin, sekarang di tingkat sepak bola sedikit berlebihan. Sekarang ini sudah tidak ada lagi sistem dalam bentuk apapun, tidak ada lagi biang keladi, tidak adapula organisasi yang bisa mengatur hasil dilapangan. Yang masih ada hanyalah kesalahan pada wasit. Pertama-tama, Inter tidak memerlukan bantuan dari wasit karena mereka sudah menjelma menjadi tim yang sangat unggul, yang bisa selalu mencapai kemenangan besar. Presiden Inter Massimo moratti dan klubnya akan tetap melaju menang di kompitisi tanpa adanya pebedaan dengan mengenal baik presiden Moratti, saya yakin bahwa sekarang dia tidak akan menginginkan sikap yang berbeda.

Meski begitu, memang benar bahwa belakangan ini bisa dipastikan adanya beberapa kepemimpinan wasit dengan cara-cara yang using, seperti yang dituding banyak orang kepada tim “I Nerazzurri”. Atalanta, Lazio, Siena dan Parma adalah tim yang sudah pernah merasakan mendapat kepemimpinan wasit yang tidak terlalu sama. Dan, memang benar juga bahwa di Italia siapa yang menang tidak pernah simpatik. Enzo Ferrari mengatakan bahwa orang Italia memaafkan semuanya kecuali siapa yang menang.

Inter sekarang sudah menjadi pusat perhatian. Sebagian besar tifosi mengharapkan kekalahan dan terkadang penilaian bisa dipengaruhi oleh objektivitas yang mana belakangan ini Inter tidak selalu patut menang dan meyakinkan, dengan mencapai hasil maksimal berkat keberanian individu dan kepemimpinan wasit yang terkadang menguntungkan mereka. Collina selaku pemilih wasit satu-satunya dan orang yang sangat kompeten dalam berbagai aspek harus ikut turun tangan. Saya yakin sekali bahwa mereka tidak bermaksud untuk memenangkan Inter, tidak ada persekongkolan dalam bentuk apapun. Saya juga sangat yakin bahwa belakangan ini terlalu sering ada keputusan wasit yang diragukan tidak hanya bagi kesalahan wasit, tapi karena selalu mengarah ke tjuan yang sama.

Menurut saya, masalah kelas wasit pada saat ini berkaitan dengan beberapa bagian dari masyarakat. Terhadap sikap yang berbeda antara wasit dengan orang-orang yang mereka hadapi. Pierluigi Collina, matan wasit Italia, sudah menjadi wasit hebat dengan personalitas yang tidak bisa mendapat polemic seperti ini. Dia menyisikan atau mengistirahatkan semua wasit yang tidak memiliki temperamen yang ideal. Apa yang dilakukan Collina tidak lain dimaksudkan sebagai pesan kuat kepada siapa saja yang melakukan kesalahan. Sudah dimulai lembaran yang baru dimana kita semua berharap kali ini wasit akan menjadi lebih jujur dan bijaksana dibandingkan masa-masa sebelumnya. Wasit tidak boleh lagi berpura-pura, karena tindakan itu bukanlah sikap yang tepat.

Saya sendiri optimistis bahwa dunia sepak bola italia di tingkat wasit akan mengambil jalan yang benar dan seimbang, dan kami akan mulai kembali menulis dan berbicara mengenai sepak bola dan permainannya. Kita harus memiliki keyakinan ke dalam perkembangan moralitas dan pekerjaan Collina. Memang, tidak dapat dihindari bahwa para wasit akan selalu melakukan kesalahan, bahkan mungkin saja sekarang lebih banyak melakukan kesalahan. Tapi, semua itu masih dapat dimaklumi karena kesalahan itu lebih terletak pada ketidaksengajaan yang mereka lakukan.

Kompetisi sudah bergulir lagi. Kini, kita jangan lagi terjebak apalagi hanya memusatkan perhatian kepda kepemimpinan wasit di lapangan. Berikan perhatian dan memusatkan perhatian kepada cara tim bermain serta lawan mereka. Arrigo Sacchi

Carlos Dunga Panggil Pato

Fenomena Alexandre Pato di AC Milan rupanya berimpas hingga ke Basil. Striker muda yang tampil gemilang didebutnya bersama AC Milan mendapat tempat di skuad Carlos Dunga. Pelatih asal Brasil ini memasukan nama Pato saat tim “Saba” bertemu Irlandia dalam partai persahabatan.

Penyerang berumur 18 tahun itu, baru dua kali turun membela AC Milan. Namun, dua penampilan itu menarik perhatian Dunga. Selain Pato Dunga juga memanggil 10 pemain di bawah usia 23 tahun. Pmain Seri A lain yang ikut dalam skuad Dunga adalah Ricardo Kaka’, Julio Cesar dan Douglas Maicon.

Carlo Ancelotti Pelatih Terbaik di Dunia

Keberhasilan Carlo Ancelotti mengantarkan AC Milan meraih gelar Juara Liga Champions serta Piala Dunia Antar klub 2007 membuatnya menggondol penghargaan individu. Pelatih berusia 48 ini baru saja terpilih sebagai pelatih Terbaik tahun 2007 Versi Federasi Internasional Sejarah dan Statistik Sepak Bola (IFFHS).

Pelatih yang menangani Milan sejak tahun 2001 tersebut meninggalkan pesaingnya Sir Alex Ferguson, pelatih yang membawa Manchester United menjuarai Liga Premier Inggris musim 2006/2007.

5 Besar Pelatih Terbaik Versi IFFHS

1. Carlo Ancelotti (AC Milan)

2. Alex Ferguson (Manchester United)

3. Juande Ramos (Tottenham Hotspur)

4. Arsene Wenger (Arsenal)

5. Jose Mourinho

Dida dan Kalac Akan Dipertahankan

Musim kompetisi mendatang, 2008/2009, tidak aka nada perubahan. Itu yang ditegaskan oleh Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani, mengenai posisi penjaga gawang AC Milan. “I Rossoneri” akan tetap memepertahankan dua kiper inti yang dimiliki saat ini: Nelson Dida dan Zeljko Kalac.

Dalam beberapa pekan terakhir, Milan dikabarkan sedang mencari kiper baru. Pasalnya, Dida beberapa kali melakukan fatal. Sedangkan kalac, belum dipercaya sebagai penggantinya. Karena itu, “I Rossoneri” berniat mendatangkan Artur Boruc dari Celtic dan Sebastian Frey asal Fiorentina. Bahkan, khusus untuk mendatangkan Frey, Milan akan menyertakan striker Alberto Gilardino untuk dibarter.

Milan Goda Ronaldinho dengan kebijakan Hak Cipta

Masuknya Inter Milan dalam bursa persaingan dalam memperebutkan Ronaldinho membuat Ac Milan gelisah. Kabarnya, klub pimpinan Silvio Berlusconi mencari cara mempersingkat waktu untuk memdapatkan bintang Barcelona itu. Kini, Milan siap menyodorkan tawaran besar yang kemungkinan akan sulit ditolak Ronaldinho.

Tawaran itu bukan hanya sekedar gaji yang lebih besar dibandingkan yang diterima Dinho di Barca. Melainkan kebebasan penuh pada Dinho untuk memperoleh hak citranya. Kebijakan seperi itu sudah diterapkan Milan pada para pemain bintangnya, yang terbukti menjadi umpan ampuh memancing pemain top ke San Siro.

Seperti diketahui, meski mendapat gaji 8 juta euro (Rp 109 miliar) tapi Dinho harus membagi hak citra yang diterimanya kepada klub sebesar 50 persen. Kondisi yang juga sama dialami Ronaldo saat membela Real Madrid. Kebijakan hak citra ini diharapkan menjadi solusi terbaik untuk menggaet Dinho.

Tawaran serupa mungkin juga diberikan Inter. Tentu saja Inter juga bisa menyesuaikan tawaran ekonomi yang ditawarkan Milan tapi sudah jelas bahwa dalam operasi ini Milan lebih mengandalkan factor lingkungan karena di “I Rossoneri” cukup banyak pemain asal Brasil.

Segitiga Ajaib Dan Selebrasi Gattuso

Sejak adanya segitiga ajaib: Kaka, Pato, dan Ronaldo (Ka-Pa-Ro), AC Milan meyongsong musim semi dengan penuh daya pikat. Mereka bermain dengan semangat menggebu untuk meraih kemenangan yang sangat di nantikan.

Pertandingan di Udine. Melawan Udinese, menunjukan hebatnya Ronaldo seperti ketika dia gundul dulu. Dengan rabut kribo, penampilannya sekarang, Ronie ibarat bertentangan dengan karakter aslinya.

Orang bertanya-tanya, siapa dia, berapa lama dia sudah bergabung, berapa harganya?. Namun Ronie, di antara segitiga terkenal Ka-Pa-Ro, kembali brilian dan menentukan , walaupun tendangannya membentur tiang dan pertandingan nyaris berakhir tanpa gol.

Milan menciptakan trio maut Brasil yang luar biasa seperti Vava-Didi-Pele. Namun gol menentukan diciptakan oleh Alberto Gilardino yang menggantikan Ronaldo ketika dia keletihan. Dia merupakan pemain lebih yang banyak duduk di bangku cadangan sepanjang musim ini.

Suka cita Gila begitu mengharukan. Dia sangat pantas mendapatkannya. Dia telah bekerja keras untuk meraihnya. Untuk mendapatkan kepercayaan dari pelatih dan penggemar Milan.

Jadi, segitiga ajaib memang sangat penting dalam pertandingan itu, tapi kita tidak boleh melupakan kejeniusan Gilardino. Dia adalah penyerang hebat.

Mengenai kebahagiaan Gilardino, Gennaro Gattuso merupakan orang yang paling tepat untuk menjelaskannya. Salah satu caranya melalui selebrasi. Kita tentunya masih ingat bagai mana perayaan Ringhio dengan mencekik Marcello Lippi di Piala Dunia 2006 Jerman. Saat itu, Italia tampil Juara setelah mengalahkan Prancis di partai puncak.

Kemarin, setelah gol berharga Milan, Gattuso langsung menuju Carlo Ancelotti, pelatihnya. Mula-mula dia memeluk erat Ancelotti, kemudian menepuk-nepuk wajah bundarnya. Dan, itu bukanlah yang pertama dilakukannya. Tetapi, memang begitulah jika Gattuso merayakan kemenangan kepada pelatihnya.

Seorang wartawan iseng menghitung ada 22 tepukan. Saya hanya bisa menjamin satu hal, Ancelotti tidak marah. Itulah Ringhio. CANDIDO CANNAVO

Maldini Ingin Moskow

Tanggal 20 januari dan Stadion Friulli memiliki kenangan khusus buat kapten Paolo Maldini. Di tanggal tersebut 23 tahun silam (1985), Maldini memulai debutnya bersama Ac Milan si Seri A ketika melawan Udinese di Friulli. Ia ketika itu bermain menggantikan Sergio Battistini di babak kedua.

Menariknya, di tanggal dan tempat yang sama, maldini kembali bertemu dengan Udinese di Stadion Friulli. Sayangnya, Maldini terpaksi absen di pertandingan tersebut karena influenza.

Maldini sudah dipastikan akan menjadikan musim ini menjadi musim terakhirnya. Putra dari mantan pelatih tim nasional, Cesare Maldini sudah memutuskan akan gantung sepatu setelah musim ini berakhir.

Keputusan Maldini untuk pensiun sudah bulat dan tidak akan berubah. Bek tangguh ini berharap akhir kariernya di Milan bisa ditutup dengan indah yakni dengan tampil di final Liga Champion di Moskow, Rusia.

Milan Dambakan Zambrotta

MILAN - Ketangguhan bek Timnas Italia Gianluca Zambrotta dalam menggalang pertahanan dan membantu lini serang, tidak perlu diragukan. Kualitas emasnya itu membuat dirinya selalu memikat perhatian klub besar di Eropa.

Kali ini, kepiawaian Zambrotta dalam mengolah bola memancing perhatian AC Milan. I Rossoneri menyatakan keinginannya memboyong mantan pemain Juventus itu dari Camp Nou ke San Siro.

Kabarnya, AC Milan� sudah menggelar pembicaraan dengan Zambrotta pada bursa transfer jilid II, Januari in. Namun Milan tidak berharap bisa meminang Zambrotta bulan ini. Pasalnya, Zambrotta tidak akan meninggalkan Barcelona, hingga akhir musin ini.

"Saat pertemuan yang digelar UEFA, pekan lalu, secara resmi saya sampaikan kepada manajemen Barcelona bahwa Milan tertarik dengan Zambrotta," kata kata Wakil Presiden Milan Adriano Galliani seperti dilansir Sky Sports, Selasa (22/1/2008).

"Presiden Barcelona Joan Laporta pun mengatakan kepada saya, kami akan melanjutkan pembicaraan tersebut. Yang jelas, dari sekarang hingga Juni, Zambrotta tetap membela Barcelona," paparnya.

Manajemen Milan sangat berharap bisa menggaet Zambrotta. Dia akan menggantikan posisi Paolo Maldini yang menggantung sepatu, pada akhir musim ini.

sumber : okezone

Galliani: Inter Masih Dekati Barcelona Soal Ronaldinho

MILAN - Inter Milan tampaknya tidak pernah putus asa untuk mendapatkan Ronaldinho. Wakil Presiden AC Milan Adriano Galliani mengatakan jika kubu I Nerazzurri tengah mengadakan pembicaraan intesn, dengan Barcelona untuk mendapatkan Ronie di Guiseppe Meazza.

"Saya tahu jika Inter tengah mengadakan pertemuan dengan Barcelona untuk mendapatkan Ronaldinho," ungkap Galliani, seperti dikutip Tribalfootball, Senin (21/1/2008).

Rupanya Galliani mendapatkan kabar ini bukan melalui rumor yang beredar. Sebagai klub yang besar pihaknya telah menelusuri kabar ini dari pihak pertama.

"Saya tidak perlu mendenger rumor yang beredar. Saya mendapatkan informasi ini dari sumber yang terpercaya," jelasnya.

Di lain pihak kubu Camp Nou menegaskan akan berusaha keras mempertahankan Ronaldinho.

sumber : okezone

Gila Selamatkan Milan

UDINE - Peringatan yang diberikan manajemen AC Milan kepada striker Alberto Gilardino, berbuah positif. Gilardino menjadi pahlawan Milan setelah mencetak gol tunggal di menit akhir melawan Udinese, pada laga lanjutan Serie A, Minggu (20/1/2008).

Trio maut Rossoneri Kaka, Ronaldo dan Alexandre Pato mati kutu menghadapi tembok kokoh Udinese di Stadion Friuli ini. Sepanjang pertandingan barisan depan Milan hanya mampu memberikan ancaman-ancaman tanpa menghasilkan gol.

Tiga center back Udinese Aleksandar Lukovic, Andrea Coda dan Cristian Zapata bermain sangat efektif dan membuat frustasi dua bomber Rossoneri. Tapi pelatih Carlo Ancelotti berjudi dengan menarik keluar Ronaldo dan memasukan Alberto Gilardino di menit 82.

Kepustusan Ancelotti ini berbuah manis, Gila menjadi pahlawan Milan setelah berhasil memecah kebuntuan di menit akhir pertandingan. Skor 1-0 untuk kemenangan tim tamu bertahan hingga laga usai.

Dengan tambahan tiga poin, Milan kini naik tiga perigkat ke posisi 9 dengan poin 24 dari 16 laga. Sementara Udinese masih berada di posisi 5 dengan mengumpulkan 32 poin dari 19 laga.

sumber : okezone

Milan Dominasi tim Terbaik UEFA 2007

NYON - Federasi Sepakbola Eropa (UEFA), telah mengeluarkan susunan tim terbaik UEFA 2007. Tim asal Italia, AC Milan mendominasi tim tersebut dengan memasukkan tiga pemain.

Tim UEFA Terbaik 2007 ini, merupakan hasil dari pemilihan yang dilakukan lebih dari 3,75 suara dalam polling yang dilakukan di situs resmi UEFA.

Bintang Milan dan juga top skorer Liga Champions, Ricardo Kaka, memperoleh suara terbanyak dengan mengemas 220,333 dukungan suara.

Ini merupakan pengakuan lain buat Kaka. Sebelumnya, bintang timnas Brasil itu juga barus aja menggondol penghargaan Ballon d?Or dan FIFA World Player of the Yeari 2007.

Selain Kaka, Milan juga menyumbang dua nama lain yakni pemain belakang Alessandro Nesta dan gelandang Clarence Seedorf dalam susunan tim itu.

Sementara itu pesaing Rossoneri, Inter Milan hanya menyumbang satu nama yakni bomber asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic.

Sedangkan untuk pelatih terbaik, Sir Alex Ferguson menjadi yang terbaik. Meskipun, timnya Manchester Uinted tersisih di babak semifinal usai dikalahkan Rossoneri melalui agregat 5-3.

Berikut susunan Tim Terbaik UEFA 2007:

Iker Casillas (Real Madrid); Daniel Alves (Sevilla), Alessandro Nesta (Milan), Jason Terry (Chelsea), Eric Abidal (Barcelona); Cristiano Ronaldo (Man Utd), Steven Gerrard (Liverpool), Kaka (Milan), Clarence Seedorf (Milan); Zlatan Ibrahimovic (Inter), Didier Drogba (Chelsea).


sumber : okezone

Milan Pertahankan Gilardino

MILAN - Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi menyatakan, klubnya tidak akan menjual Alberto Gilardino ke klub manapun seusai musim ini. Menurut Berlusconi, Gilardino masih jadi bagian dari Milan.

Sebelumnya, Alberto Gilardino dikabarkan akan menjadi bagian dari rencana pembelian kiper Fiorentina, Sebastian Frey. Tapi rumor tersebut langsung dibantah kubu Milan.

"Jangan pernah berharap kami akan menjual Gilardino. Dia akan tetap menjadi bagian Milan," jelas Silvio Berlusconi seperti dilansir Goal, Jumat (18/1/2008).

Sejak tiba dari Parma tahun 2005, Gilardino dianggap banyak pihak telah gagal memperlihatkan ketajamannya di Milan. Bahkan, ia yang mengawali krisis di lini depan Rossoneri.

Terakhir, Gilardino gagal mencetak gol ke gawang Catania yang menyebabkan Milan tersingkir dari ajang Coppa Italia. Pelatih Carlo Ancelotti dikabarkan tidak lagi banyak berharap darinya, dan berencana melemparnya ke klub lain. Apalagi, trio Selecao, Pato, Kaka, dan Ronaldo, telah memperlihatkan produktivitasnya.

sumber : okezone

Ancelotti Akan Perkenalkan Pato Pelan-pelan

MILAN - Performa awal Pato bersama AC Milan memang fenomenal. Tapi allenatore tim Carlo Ancelotti menegaskan pihaknya akan memperkenalkan pemain Brasil itu kepada publik, secara pelan-pelan.

Bersama Ronaldo, dan Kaka, Pato bermain brilian ketika meladeni permainan Napoli.

"Kami perlu mengenalkan Pato secara pelan-pelan. Dia memang bermain bagus tapi kami harus mengajarkannya bagaimana bergabung bersama tim," tegas Ancelotti, seperti disitat Goal, Rabu (16/1/2008).

Datangnya Pato semakin menyudutkan Alberto Gilardino. Ancelotti bahkan telah menegaskan akan terus memasang Pato jika terus tampil konsisten.

sumber : okezone

LUPAKAN RONALDINHO, TATAPLAH PATO

SERI A dimulai lagi. Seperti biasa dengan Inter Milan yang berada di posisi teratas. Memang sangat mengesankan melihat “I NERAZZURRI” dengan mudah memperoleh kemenangan, juga ketika mereka tidak bermain dengan sepenuhnya meyakinkan. Tim-tim yang ada dibelakang Inter terpaksa mencari bala bantuan untukmenjadi tim yang paling kompetitif.

Tapi, apakah cukup dengan membeli satu atau dua orang pemain untuk memulihkan teknik individu, fisik, yang mmbuat perbedaan dari tim Inter? Menurut saya, hanya dengan ide yang sama dari keseluruhan tim terhadap permainan bisa mengatasi perbedaan jarak ini.

Sementara waktu Inter sudah dilatih dengan sangat baik oleh Mancini. Mungkin masih belum memainkan permainan yang maksimal, tetapi kemajuan tim ini sangat terlihat. Tim yang berada di belakang Inter sekarang harus memperlihatkan peningkatan kualitas permainan dengan mendatangkan pemain baru yang bisa menciptakan keajaiban. Tidak perlu mengingatbahwa pemain yang paling hebat di dunia, Diego Maradona, juga tidak berhasil memenangkan kompetisi paling penting di tingkat klub: Piala Cahmpion. Dan, jika seorang pemaihn hebat seperi dirinya tidak berhasil, sulit untuk memikirkan bahwa seorang pemain bisa mengubah keseluruhan tim tanpa pendekatan ide, permainan dan pengetahuan kolektif.

Juventus pada saat ini sedang mengamati Sissoko dan banyak orang berharap mereka bisa mengubah tim ini menjadi tim yang harmonis dengan maneuver yang luar biasa. Sebuah tim yang bisa bermain bagus, bersenang-senang dan menjadi lebih kompetitif. Jika Sissoko bisa melakukannya, maka dia bisa diterima dengan baik. Tapi, selain memiliki nilai yang bagus, apakah pemain ini memiliki karakteristik yang tepat untuk mengatasi batasan yang dimiliki oleh Juventus?

Mungkin Ranieri membutuhkan seorang pemain yang memilki kepekaan dan pengalaman. Seorang pemain yang bisa memantapkan waktu permainan, memiliki ide yang jelas dan taktik yang bagus. Seorang pemain yang seimbang dan bagus, yang bisa berada di posisi yang tepat dan tahu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan kebutuhan. Seorang pemain yang memiliki karakteristik seperti Pirlo, Cambiasso, Xavi Alonso atau pemain muda Cigarini. Para pemain ini bagi saya sepertinya bisa menjadi pemain yang lebih diperlukan untuk memberikan kontribusi kepada Juve.

Surat kabar sudah lama menuliskan mengenai ketertarikan Milan terhadap Ronaldinho, seorang pemain berbakat dengan kualitas teknik dan intuisi yang luasr biasa, tapi juga seorang pemain fenomenal dengan banyak pertentangan. Pemain besar yang berbakat memang selalu bisa selamat di dalam dunia sepak bola, tapi lain halnya bagi tim yang tidak mendapatkan hasil yang mereka harapkan.

Apakah yakin bahwa dia bisa kembali mejadi pemain luar biasa seperti yang dikenal dulu? Apakah kita yakin bahwa hasrat, disiplin, semangatnya bermain sama seperti beberapa tahun lalu? Apakah yakin bahwa dia akan bekerja dan berlatih dengan rasa cinta yang mendalam kepada klub? Dan, bagaimana dengan gajinya yang cukup tinggi? Milan, seperti biasa selelu menciptakan keberuntungan mereka sendiri dengan melakukan investasi dan menumbuhkan pemain muda berbakat seperti Van Basten, Gullit, Rijkaard, Donadoni, Boban, Shevchenko, Kaka, dan Pirlo.

Hari minggu lalu Milan sudah menghadirkan pemainnya yang baru dibeli, pemain muda dan menjanjikan, Alexandre Pato. Dia sudah melakukan debutnya dengan luar biasa: cepat, gesit dam bermain dengan personalitas dan intuisi pemain bintang besar. Dia masih muda dan masih bisa memiliki pengalaman naik turun. Tapi, di dalam pengarahan seorang pelatih seperti Ancelotti dan di dalam lingkungan yang tenang dan positif seperti Milanello, Pato pasti akan semakin berkembang. Kecepatan dalam mengeksekusi aksinya sangat mengesankan, begitujuga instingnya didepan gawang, koordinasi, kemampuannya dalam menjaga lawan dan menemukan dirinya berada diposisi yang tepat pada saat yang tepat.

Lingkungan san staf yang ada di sana sudah ideal untuk membantu perkembangannya, jika Pato memiliki keseimbangan, keseriusan, dan profesionalisme seperti Kaka, sepak bila Italia dan “I ROSSONERO” akan menemukan seorang pemain juara baru. Gol yang diciptakan Pato saat melawan Napoli sudah membuktikan dirinya sebagai pemain bintang sejati dengan kecepatan dan kepiawaiannya. Pato merupakan investasi yang memberikan harapan kepada keseluruhan lingkungan tim dan memastikan kemampuan dan kebijaksanaan para pemimpin klub. Arrigo Sacchi (Topskor)

Surat Terbuka Adriano Galiiani, Wakil Presiden Milan

Delapan Petugas Keamanan Milan Dilarikan Ke Rumah Sakit

Dengan Hormat Para Pamimpin,

Apa yang telah terjadi dalam pertandingan Milan-Napoli pada tanggal Minggu 13 Januari yang lalu dan semua hal yang berhubungan mendesak saya ikut campur supaya mengetahui dengan baik apa yang dilakukan Milan dan memberikan beberapa informasi den kejelasan.

1. Tifosi Napoli terbesar di seluruh Negara Italia. Dalam hal ini mustahil menetapkan criteria penjualan tiket yang akan menjamin pembagian pendukung sevara sfektif. Jujur saja saya berfikir dengan nostalgia kepada masa-masa dimana semua orang bisa datang kestadion tanpa terlalu mempersoalkan “keyakinan” mereka didalam sepak bola. Saya juga bernostalgiamengenai dukungan yang sangat memberikan semangat, penuh hasrat dan selalu dilakukan dengan bersahabat oleh para pendukungnya yang selalu mengikuti Napoli kemana saja mereka bertanding. Tetapi sekarang Italia memiliki masalah besar dalam hal kekerasan dan sikap yang tidak bersahabat. Pemisah atau pembagian kelompok tifosi bisa membantu mengurangi permasalahan ini dan kemudian tidak bisa sampai berpikir untuk menuliskan “keyakinan” sepak bola di kartu identitas, butuh dipercepat perkenalan kartu pendukung, untuk melakukannya tidak perlu membuat hal-hal birokrasi baru. Cukup menetapkan peraturan yang sederhana saja.

2. Minggu yang lalu, beberapa petugas keamanan Milan, tepatnya delapan orang, mengalami tindakan kekerasan dan harus dilarikan kerumah sakit untuk mendapat perawatan, para petugas keamanan kami, meski tidak memiliki kekuatan apapn, telah mengambil resiko untuk memberikan jaminan keamanan dan mereka sudah megambil tanggung jawab untuk menghiolangkan tindakan kekerasan ini. Oleh karena itu mereka layak mendapat terima kasih dari kami.

3. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada aparat keamanan. Kami berutang kepada tugas professional mereka dan juga kepintaran mereka dalam beroperasi mencegai terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Meskipun penilaian saya yang sangat positif terhadap tugas aparat keamanan, saya tahu dengan baik bahwa tidaklah mungkin menghindari terjadinya beberapa penonton mendapatkan hinaan dan kekurang nyamanan. Saya sangat menyeal akan hal itu. Pastinya perlu dipelajari prosedur untuk membuat penerimaan penonton kedalam lapangan lebih baik lagi.

5. Hamper seluruh penonton terpaksa mengubah tempat duduk mereka oleh karena aksi kekerasan dari beberapa tifosi yang berada ditempat lebih bergengsi. Menurut saya semuanya sudah mengerti dengan baik bahwa posisi tempat duduk sudah diatur, sesuai dengan pengamanan pihak aparat keamanan, untuk menghindari timbulnya aksi kekerasan. Kepada para penonton yang cenderung melakukan aksi kekerasan saya ingin memberitahukan bahwa aksi kekerasan yang mereka lakukan pastinya akan tertangkap kamera pengawas yang canggih yang mampu mendefinisikan mereka. Saya bisa memastikan bahwa orang-orang ini pasti diidentifikasi dan akan mendapat sanksi setimpal dengan kelakukan mereka.

6. Saya juga ingin memberitahukan kepada semuanya bahwa sikap saya terhadap aksi kekerasan masih tetap sama seperti enambulan lalu dan masa-masa sebelumnya. Jika klub Milan tidak bertindak tegas maka klub ini tidak memberikan pelayanan yang baik kepada persepakbolaan Italia, kepada para tifosi kami dan kepada seluruh masyarakat yang mencintai sepak bola. Kami sekarang sedang menuju ketahap untuk mendapatkan contoh dukungan yang berbeda, dukungan yang tidak mencerminkan kekerasan dan tidak bersahabat. Stadion adalh tempat dimana sepakbola memperlihatkan nilai-nilainya. Ketika semua butuh kembali lagi ketika bisa dirasakan hasrat bear dari masyarakat yang dipicu dari rasa cinta mereka kepada sepak bola dan dari budaya olahraga yang mendalam. Ini adalah tugas kami dan kami pasti berhasil mewujudkannya.

Salam,

Adriano Galliani

penampilan cemerlang Alexandre Pato

Milan – penampilan cemerlang Alexandre Pato dalam debutnya bersama AC Milan, membuat para pemerhati sepak bola decak kagum. Dari pemain, mantan pemain, pejabat klub, hingga mantan pelatih semua memuji performa penyerang berusia 18 tahun itu. Satu gol penutup yang ia ciptakan dimenit ke-78, cukup untuk membuat jose Altafini, Cristiano Lucarelli, Pantaleo Corvino dan Luigi Cagni terkesan. Berikut ini komentar-komentar mereka :

Jose Altafini, legenda Milan

“saya sebelumnya tidak pernah melihat debut pemain seperti itu. Pato adalah pemain yang sangat diharapkan dan terlalu banyak mendapatkan tekanan. Tapi, dia bisa bermain dengan ketenangan luar biasa, karena pemain muda ini juga memiliki karakter. Mengenai kualitas teknik yang dimilikinya tidak ada orang yang ragu. Bersama dengan dia, Kaka, Ronaldo, Andrea Pirlo dan Clarence Seedorf dilapangan ada banyak pemain yang bisa membantu.”

Cristiano Lucarelli, penyerang Shakhtar Donetsk asal Italia

“saya memang sudah lama penasaran untuk segera melihat debut Pato di Milan. Dan ternyata, Payo memang seorang pemain juara. Pada usia yang cukup muda, tidaklah mudah bersaing di kompetisi seperi Seri A. dibabak pertama melawan Napoli, dia mendapat beberapa kesulitan, tetapi itu memang biasa. Ketika pertahanan Napoli sedikit terbuka, Pato bisa langsung mematikan dan berhasil membuat gol yang sangat bagus.”

Pantaleo Corvino, Direktur Olahraga Fiorentina

“pada usia 18 tahun, mungkin seorang pemain akan lebih fokus untuk menambah kekuatan. Tapi, dalam hal ini, kita membicarakan mengenai kualitas seorang pemain muda, seorang pemain yang bisa memainkan banyak hal, seorang penyerang yang bisa bermain baik sebagai penyerang utama maupun penyerang kedua. Dia memiliki insting gol, kecepatan dan reaksi yang cepat.”

Giuseppe Marotta, Direktur Olahraga Sampdoria

“saya sudah melihat permainannya saat laga persahabatan di Kiev. Dia adalah pemain yang berbakat, dia melakukan semuanya dengan cara yang alami. Beberapa teknik yang diperlihatkannya datang dengan spontan. Dia bisa merasakan gol, memiliki kecepatan dan fisik yang luar biasa.”

Luigi Cagni, Mantan pelatih Empoli

“gol yang luar biasa, penguasaan yang baik, memperlihatkan permainan teknik yang luar biasa, hebat dalam melakukan tendangan baik dengan kaki kiri dan kanan tanpa perbedaan.” Giampiero Timossi dari Milan (Topskor)