Spiga

Maldini Simbol Milan

Sosok Paolo Maldini tidak bisa dilepaskan dari sukses yang diraih AC Milan. Sudah 12 Piala diangkatnya bersama I Rossoneri’. Dia sebenarnya hampir mengangkat piala kemenangan hampir sepanjang kariernya.

Maldini mulai bergabung dengan Milan tahun 19864, dan sampai saat ini sudah bermain dalam 600 pertandingan bersama Milan, serta 126 kali bermain utnuk tim nasional Italia.

Dengan sugudang prestasi yang telah diraihnya, sudah sepantasnya maldini menyatakan pensiun Juni tahun depan. Apalagi jika mengetahui usianya yang sudah 39 tahun. Pensiunnya Maldini juga akan membuat Milan berencana mengistirahatkan nomor 3. Setidaknya sampai Cristian, anak Maldini yang kini memperkuat tim junior Milan, kelak memperkuat tim I Rossoneri.

Maldini melakukan debutnya di seri A pada tahun 1985 dan warna hitam dan merah sudah menjadi bagian dalam kariernya. Dengan warna tersebut Maldini telah memenangkansemuanya di musim 2005/06 ia juga pernah menjadi penyerang dengan menciptakan dua gol melawan Reggina: dua gol satu-satunya di dalam kariernya yang sangat panjang.

Kemudian ada rekor-rekor lain yang diciptakannya. Maldini menjadi pencetak go paling cepat di final liga champions setelah detik 52 detik pertandingan melawan Liverpool. Dia juga satu-satunya pemain yang mampu memenangkan dua trofi Loga Champion berjarak 18 tahun, 126 penampilan dengan tim nasional.

Trofi Internasional Maldini : Piala Champins (1989), Piala super Eropa (1989), Piala Interkontinental (1989), Piala Champions (1990), Piala supr Eropa (1990), Piala Interkontinental (1990), Piala Champion (1994), Piala Super Eropa (1994), Piala Champions (2003), Piala Super Eropa (2003), Piala Champions (1007), Piala Dunia Antar Klub (2007). 25 jumlah trofi yang sudah diraih Paolo Maldini bersama AC Milan, rinciannya : 7 Scudetto, 1 Piala Italia, 5 Piala Super Italia, 5 Liga Champions, 5 Piala Super Eropa, 2 Piala Interkoninental, dan 1 Piala Dunia Antar Klub.

FIFA Award 2007

Pemain Terbaik (Pria) Kaka (Brasil)

Pemain Terbaik (wanita) Marta (Brasil)

Pemain Terbaik (U-17) Toni Kroos (Jerman)

Pemain Terbaik (U-20) Sergio Aguero (Argentina)

Pemain Terbaik (Beach Soccer) Buru (Brasil)

Presidential Award Pele (Brasil)

Tim Fair Play Barcelona (Spanyol)

Tim Terbaik 2007 Argentina

The Best Mover Team Mozambik

Daftar Pemain Terbaik Dunia FIFA

2007 : Kaka (Brasil)

2006 : Fabio Cannavaro (Italia)

2005 : Ronadinho (Brasil)

2004 : Ronadinho (Brasil)

2003 : Zinadine Zidane (Prancis)

2002 : Ronaldo (Berasil)

2001 : Luis Figo (Portugal)

2000 : Ronaldo (Berasil)

1999 : Rivaldo (Brasil)

1998 : Zinadine Zidane (Prancis)

1997 : Ronaldo (Berasil)

1996 : Ronaldo (Berasil)

1995 : George Weah (Liberia)

1994 : Romario (Brasil)

1993 : Roberto baggio (Italia)

1992 : Marco Van basten (Belanda)

1991 : Lothar Matthaeus (Jerman)

Tahun 2007, Tahunnya kaka



Lengkap sudah apa yang diterima Ricardo kaka. Setelah mendapatkan gelar Blon d’Or, memenangkan AC Milan dalam piala dunia antar klub di jepang, kemudian, pemain asal Berasil ini menutupnya dengan predikat sebagai pemain terbaik FIFA 2007. Tak berlebihan jika menyebut tahun 2007 adalah tahunnya kaka. Sebelum memberikan sumbangsihnya kepada Milan saat juara di jepang, kaka mengawalinya dengan memberikan gelar juara Piala Super Eropa kepada Milan. Kemudian, pada bulan mei lalu kaka memberikan gelar juara Liga Champions Eropa di Athena, yunani.

Menjadi yang terbaik pastilah menjadi impian semua orang, termasuk kaka. Sebagai pemain sepak bola Kaka boleh dibilang sudah sempurna. Tidak hanya sebagai pemain nasional Berasil, melainkan juga sebagai pemain klub, dimana ia bermain saat ini. Kaka memang pribadi yang unik dan kita pun kagum atas pencapaiannya. Tidak ada yang lebih indah bai seoparang persepakbola selain menyandang gelar sebagai pemain terbaik dunia.

Kehidupan kaka layak untuk dicermati, bahkan bisa diteladani oleh pemain sepak bola di manapun berada. Kaka adalah sosok yang tenang, tidak neko-neko, serta religius. Satu hal yang juga tak kalah pentingnya dari pribadi Kaka adalah, dia tidak pernah mau mengambil jarak dengan orang lain. Berdasarkan pengakuan ibunya, Simone, kaka adalah tipe manusia yang senang bersosialisasi.

Banyak contoh positif yang bisa dilihat dari Kaka. Perhatikanlah saat dia bermain, tak pernah sekalipun dia mencoba untuk berusaha menyakiti serta mencedrai pemain lawan. Mungki, bagi pemain sepak bola, sikap kaka di lapangan terlalu santun. Tapi, kesantunan itu yang akhirnya membuat pemain lawan menjadi segan. Kedewasaan kaka, sikap Fair play yang ditunjukannya menjadi pelengkap kepiawaiannya mengolah si kulit bundar.

Untuk menjadi yang terbaik memang berliku. Banyak rintangan yang harus dilalui. Tapi, dengan ketekunan dan keteladanan, impian untuk merah yang terbaik hanya soal waktu. Menjadi yang terbaik tidak perlu harus mendunia. Jika belum mampu menjadi yang terbaik bagi orang lain, paling tidak lalukanlah yang terbaik untuk diri sendiri.

Milan Pantas Dihormati Dan Dikagumi

Milan memang sangat pantas memenangkan kejuaraan dunia antar klub FIFA 2007, yang baru saja berakhir di Yokohama, jepang. Milan, dengan segudang kematangan dan ketenangan, berhasil menaklukan klubnya Argentina, boca Junior, 4-2, di final. Dan, Milan pun mencatatkan dirinya sebagai klub yanhg paling sukses sepanjang masa. Sudah pasti, keberhasilan itu menjadi sebuah prestasi dan kepuasan besar yang luar biasa bagi klub, pelatih dan para pemainnya. Inilah kemenangan ke-13 yang ti torehkan Milan pada era Silvio Berlusconi, serta sukses ke-18 secara keseluruhan. Satu perjalanan yang sangat mengesankan dan mengagumkan.

Pertandingan antara Milan melawan Boca berlangsung penuh emosi dan memikat di babak pertama, menawan dan menajubkan di babak kedua. Ketika timnya Ancelotti meningkatkan irama dan pressing, Milan berhasil membuat Boca Junior tak berkutik. Boca sendiri adalah tim yang bagus, memiliki beberapa pemain individu hebat seperti Batega dan palacio. Namun, toh pada akhirnya, mereka kewalahan juga meladeni kaka yang fenomena, Inzaghi yang oportunis, dan seedorf yang berkelas.

Carlo Ancelotti sangat pintar menemukan cara untuk meredam kemampuan teknik dan serangan Boca, walaupun mungkin, dia sebenarnya tidak terlalu yakin dengan kapasitas timnya saat ini. Dia menurunkan Bonera dan maldini yang luar biasa untuk menolong dua bek tengah yang memperkuat lini belakang. Dia tahu Boca menyerang dan meninggalkan ruang buat kaka, seedorf, dan Inzaghi berkeliaran. Pada akhirnya strategi Ancelotti sukses. Lini belakang, tengah, dan depan sama-sama mematikan dan pantas mendapatkan pujian.

Alessandro Nesta selalu bermain di level terbaik, pengaruh Maldini tak perlu dibahas. Kaka begitu fenomena dan tak tertebak, Inzaghi pun sangat pintar dan Seedorf sungguh berkelas. Satu kejayaan yang mengharumkan sepak bola Italia dalam periode yang penuh kritik dan sangat sulit sepanjang sejarah. Satu hasil, yang lagi-lagi, menegaskan superioritas milan dalam level klub. Machiavelli dulu bilang, separuh dari prestasi ditentukan keberuntungan, separuh lagi ditentukan melui usaha kita sendiri. Saya percaya Milan pantas mendapatkan keberuntungan dan kejayaan itu. Tim ini pantas dihormati, dikagumi dan dipelajari dengan seksama.

Komponen utama dari kesuksesan Milan adalah sejarah klub, mentalitas dan kapasitas belusconi dan Galliani, serta hasrat untuk memiliki sebuah tim berkarisma di level internasional dan domestik. Memang secara meyakinkan, itulah filosofi mereka di lapangan. Ada keseimbangan dalam menyerang dan bertahan.

Staf teknik Milan bekerja untuk menciptakan mentalitas berbeda melalui setiap sesi latihan. Mereka berlatih tiak sekedar untuk menemukan strategi untuk menyerang, melainkan juga pressing dalam bertahan dan permainan efektif. ‘I Rossoneri’ hampir tidak pernah salah dalam pertandingan-pertandingan penting. Mereka senantiasa menunjukan karakter, kelas, dan persiapan matang secara mental, fisik, teknik, dan taktik. Mereka terdiri dari orang-orang yang sangat profesional, positif dan membangun.

Para redaksi, pelatih, dan pemain, demikian pila tifosi, harus mengakui sukses ini. Terutama tifosi Milan, mereka harus bersyukur. Saya pikir, setelah ini Milan juga harus memikirkan bagaimana bisa bangkit di seri A. Terima kasih Milan telah mengharumkan sepak bola Italia di level internasional. Arrigo Sacchi